Punya teve di rumah warnanya cuma hitam dan putih, belum lagi acaranya yang sangat minim, kebanyakan berita hanya memberitakan satu arah, seolah media diatur oleh rezim saat itu.
Film Suzana, Warkop DKI, Tersanjung, Saras 808, Si Buta dari Goa Hantu, Gerhana, Wiro Sableng dan Beberapa film-film import lainnya nyaris tanpa sensor, tapi tidak sampai diaplikasikan, karena kita tahu itu hanya sekedar hiburan.
Balik lagi ke sekolah, buku-buku sangat sedikit sekali sumbernya, kalian yang pernah bersentuhan langsung dengan buku Matematika warna hijau tua atau buku pelajaran IPS yang warna kuning tua, berarti kita satu sumber buku, dan memang pada waktu itu belum banyak buku-buku pelajaran yang bervariatif.
Eniwey, terimakasih tak terhingga untuk momen-momen yang tak terlupakan, mohon maaf jika waktu itu kita hanya menikmati dengan tawa-tawa kecil, dan sekarang kita menikmati dengan tangis-tangis kecil.
Pepatah arab berkata "Al-waktu Kal Asep"; waktu ibarat sosok Asep, banyak dan ada dimana-mana, eh maaf bukan itu maksudnya, waktu ibarat pedang, siapa bisa menaklukkan maka dia akan memimpin, siapa yang tidak pandai menggunakan, maka dia akan celaka.
Semoga Bermanfaat 😊








(Feed generated with FetchRSS)
source https://www.facebook.com/462946649212714/posts/730202719153771






0 comments:
Post a Comment